Lewat Megawati, Rizal Ramli Minta Jokowi Pecat Menteri Pro Impor dan Pemburu Rente, Netizen: Mantap Pak! Bela Wong Cilik Jangan Cuma Slogan...

Oleh : Candra Mata | Kamis, 25 Maret 2021 - 17:30 WIB

Presiden RI ke 5 Megawati Soekarno Putri dan Ekonom Senior Rizal Ramli
Presiden RI ke 5 Megawati Soekarno Putri dan Ekonom Senior Rizal Ramli

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ekonom senior Rizal Ramli mengunggah sebuah tautan "curahan hati" Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri terkait soal kedaulatan pangan.

"Negara kita sangat kaya raya sehingga kita jangan lagi berpikir ketahanan pangan, melainkan kedaulatan pangan. Mengapa negara yang begini kaya raya, dengan begitu banyak orang pintar, tidak menyatukan pikiran & fokus pada satu arah untuk membangun negara ini dengan kedaulatan pangan," kata Megawati seperti dilansir redaksi INDUSTRY.co.id dari unggahan Rizal Ramli dilaman Instagram @rizalramli.official pada Kamis siang (25/3/2021).

Dalam unggahannya tersebut, Mantan Menko Perekonomian era Presiden ke-4 Gus Dur ini meminta Megawati langsung berbicara ke Presiden Jokowi terkait penyelesaian masalah impor tersebut.

"Mbak Mega, kok doyan banget pake bahasa2 slogan gitu ? Wong tinggal minta @jokowi utk pecat Menteri Pro-Impor dan Pencari Rente. Hapus sistem Quota impor dgn tariff. Nasionalisme klo modalnya romantika dan rhetorika doang, tidak akan membawa kemakmuran rakyat," sebut Rizal Ramli.

Tak hanya itu, Rizal Ramli kemudian mengunggah sebuah file lama dimana Megawati memahami sosok dirinya yang kerap "bandel" terkait kritikan.

"File: Pada waktu itu, Mbak Mega bilang, "Rizal memang kamu paling bandel ". Klo bandel utk perjuangan kepentingan rakyat, ndak apa2," tulis Rizal Ramli.

Hingga berita ini dibuat, unggahan si pemilik slogan "Rajawali Ngepret" tersebut telah menuai beragam komentar dari masyarakat luas.

"Semangat pak Rizal Ramli kritiklah kalau ada kebijakan dan implementasi dari pemerintah yg keliru," kata Ardi Thomas.

"Mantap pak...jangan pembela wong cilik cuma slogan," papar Asepvespara.

"Betul bang jangan rhetorika saja," ujar Irvin Adikara.

"Percuma bilang benci produk asing,tapi impor.kasian Para PEnyangga TAtanan Negara Indonesia," ujar M Khaerudin.

"Mudah2 presiden indonesia mendengarnya.. apa yang dicita2kan ibu ketua umum PDI perjuangan," imbuh Anto6202.

"Betul sekali bu, negara kita kaya raya gemah ripah loh jinawi jika orang jawa menyebutnya, maka dari itu seyogyanya tidak perlu import, cintailah produk dalam negeri," imbuh Imam Hidayat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Atta Ul Karim Luncurkan Website PakistanIndonesia.com

Minggu, 23 Februari 2025 - 17:10 WIB

75 Tahun Indonesia-Pakistan, Atta Ul Karim Luncurkan Website PakistanIndonesia.com

Atta Ul Karim, kelahiran Pakistan yang kini menetap di Indonesia, menyatakan bahwa peluncuran website ini adalah bentuk penghargaan bagi kedua negara yang sangat berarti dalam hidupnya.

Ilustrasi aset kripto

Minggu, 23 Februari 2025 - 17:02 WIB

Teknologi Blockchain Semakin Berkembang, Apa Efeknya terhadap Pasar Digital?

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi blockchain telah berkembang pesat dan semakin banyak diadopsi dalam berbagai sektor, termasuk keuangan, supply chain, dan aset digital. Perkembangan…

Final Futsal Series dan peluncuran National Collegiate Futsal Series (NCFS) 2025

Minggu, 23 Februari 2025 - 16:34 WIB

Final Futsal Series dan Peluncuran National Collegiate Futsal Series (NCFS) 2025: Membangun Masa Depan Futsal Indonesia

Futsal Series dan NCFS, menjadi tonggak baru dalam upaya meningkatkan kualitas futsal nasional, sekaligus memberikan wadah bagi talenta muda dari tingkat pelajar hingga mahasiswa

Ilustrasi Minuman (ist)

Minggu, 23 Februari 2025 - 16:10 WIB

Dampak Cukai Minuman Berpemanis: Perlindungan Kesehatan atau Beban Baru?

Pemerintah menargetkan penerimaan dari cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) sebesar Rp 3,8 triliun pada tahun 2024. Meski angka ini tergolong kecil dibandingkan dengan target penerimaan…

BRI peduli sampah

Minggu, 23 Februari 2025 - 12:49 WIB

Hari Peduli Sampah Nasional 2025, “BRI Peduli Yok Kita Gas” Edukasi Masyarakat Untuk Jaga Lingkungan Melalui Pengelolaan Sampah

BRI Peduli yang menjadi payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah serta menjaga kelestarian lingkungan…