Banjir Permintaan Tanaman Hias: Omzet Hingga 1 Miliar

Oleh : Wiyanto | Rabu, 16 Desember 2020 - 09:27 WIB

Tanaman hias yang lagi naik daun
Tanaman hias yang lagi naik daun

INDUSTRY.co.id-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menggaungkan program peningkatan ekspor produk pertanian melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks), termasuk tanaman hias. Produksi tanaman hias hingga triwulan II pada 2020 berdasarkan data BPS mencapai 342.422.645 pcs. Sementara itu ekspor volumenya mencapai 4.176.294 kg atau setara dengan US$ 12.176.244. Besarnya angka ekspor benih tanaman hias menunjukkan bahwa bisnis benih tanaman hias masih sangat terbuka.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menyatakan bahwa jajarannya telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung program Gratieks tersebut, yakni melalui GEDOR Horti (Gerakan Dorong Produksi, Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikultura).

Perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid 19 umumnya menurun namun tidak demikian halnya terjadi pada pasar tanaman hias. Masyarakat yang cenderung beraktifitas dari rumah baik itu sekolah dan bekerja dari rumah melahirkan aktifitas berkebun. Uniknya, permintaan tanaman hias bagi Wartono, petani sekaligus pelaku usaha asal Ciapus Bogor banjir dari dua sisi, penjual dan pembeli.

“Tren dan permintaanya jauh lebih besar dari saat sebelum pandemi, Cuma permintaan kalau dulu biasanya pedagang sekarang ini semua golongan dan kalangan. Juga permintaannya menjadi lebih banyak dan membludak, bisa lima puluh kali lipat,” ujar Wartono, pemilik Gress Nursery yang beralamat di Ciapus – Bogor.

Meskipun demikian, permintaannya tidak sebanding dengan pasokan yang ada. Dirinya merasa stok yang dimiliki tidak mampu memenuhi permintaan pasar. Diakui olehnya karena petani bunga sedikit. Bahkan bunga lokal sangat kurang jumlahnya.

“Permintaannya banyak tetapi petaninya tidak ada itu menjadi masalah tersendiri karena kita kekurangan barang-barang lokal. Sejauh ini kami mengembangkan produk hasil sendiri namun adakalanya mengambil juga dari rekan-rekan yang lain,” jelas Wartono.

Pria kelahiran Sunda ini memfokuskan diri pada pengembangan aglaonema. Dirinya tidak menutupi diri hanya pada satu jenis tanaman saja, dirinya juga memiliki aneka philodendron, keladi dan beberapa jenis tanaman hias daun lainnya. Penjualannya juga telah menembus pasar eskpor.

Jika ditanya besaran omzet per bulan, maka tidak tanggung-tanggung, angka 1 miliar per bulan itu bukan mustahil bagi dirinya.

“Selama pandemi, per bulan rata-rata Rp 750 juta hingga Rp 1 miliar,” ujarnya malu-malu.

Ketua Pecinta Tanaman Hias Bogor, Gunawan optimistis bisnis tanaman hias selama masa pandemi akan terus berkibar dan ini kabar baik bagi para penjual tanaman hias

“Selama Covid akan terus ramai karena orang hobi menanam. Selama hobi menanam, bisnis tanaman hias akan terus ramai,” ujarnya bangga. Gunawan menyebutkan, para petani tanaman hias Ciapus sudah terbiasa bermain di pasar ekspor. Produksi yang dimiliki umumnya untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Eropa, Amerika, Cina, Hongkong hingga Australia.

Kiat Berbisnis Aglaonema untuk Pemula

Wartono berbagi tips untuk mengembangkan bisnis Aglaonema. Bagi seorang penjual sekaligus produsen, dia menjual aneka Aglaonema mulai kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 1 juta untuk yang berukuran remaja bukanlah hal yang mengherankan. Tidak hanya sampai di harga tersebut, dirinya juga menunjukkan salah satu koleksinya, Golden Hope yang dibanderol Rp 20 juta.

“Kita harus sabar dan tekun karena mengembangkan aglaonema itu tidak mudah. Kadang tuh kita tidak sabar menunggu penghasilan yang selalu ingin cepat karena kebiasaan orang-orang kita. Tanaman ini bukan barang cetakan. Kita harus sabar nungguin beranak dan harus melakukan perawatan dengan benar. Aglaonema ini lebih sulit dari tanaman-tanaman yang lain. Mungkin kalau pemain tanaman di luar bisa lebih cepat karena sistem kultur jaringan, sedangkan di sini hanya dengan sistem stek saja.

Wartono bercerita bahwa dirinya autodidak ketika mengembangkan bisnis aglaonema. Menekuni tanaman aglaonema baginya berasal dari hobi. Dirinya mengakui nyaman menekuni tanaman ini.

“Kalau saya menyarankan, saya belajar dari Trubus volume 6 (enam). Saya autodidak belajar sendiri awalnya saya tidak mengenal tanaman sama sekali. Dulu saya di sini hanya tukang kebun jadi saya mencari kesibukan selain jaga villa ini ngurus kebunnya. Intinya pengen usaha tapi tidak tahu ingin usaha apa. Nah di sini saya menemukan hal yang membuat saya nyaman. Saya berawal dari hobi, bukan niat usaha malahan dari awalnya,” paparnya.

Dirinya mengaku hobi merawat memiliki kenyamanan tersendiri dan tidak menyangka bisnisnya bisa sangat menghasilkan. Sebelumnya dia pernah mencoba usaha lain seperti ternak ikan dan segala macam, tetapi yang lebih menghasilkan malah di tanaman ini. Jika sekarang dia memiliki areal 3000m2, siapa sangka miliarder ini memulai usahanya dari lahan sebidang 2x3m2.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sachin Gopalan; Nurul Ichwan; Shinta Widjaja Kamdani; S.D. Darmono; H.E. Sandeep Chakravorty; Dr. Ilham Akbar Habibie

Jumat, 25 April 2025 - 13:49 WIB

Aliansi Teknologi India–Indonesia: IndiaTechZone akan Mendorong Manufaktur Next Gen di Indonesia

Indonesia Economic Forum, bekerja sama dengan Kementerian Investasi dan Industri Hilir, PT Jababeka Tbk, serta Kedutaan Besar India di Indonesia, telah menyelenggarakan sebuah forum tingkat…

Model memperagakan busana Manzone X

Jumat, 25 April 2025 - 13:40 WIB

Gandeng Merry Riana, Manzone Pamerkan Koleksi Unisex

Manzone, peritel lokal pakaian jadi untuk pria, resmi meluncurkan koleksi kolaborasi eksklusif bersama Merry Riana, sosok inspiratif dan ikon kesuksesan di Indonesia. Mengusung tema Achievement.…

Zaky Muhammad Syah (Zack) sebagai salah satu Founder Universitas Cakrawala sekaligus CEO Dibimbing.id memaparkan visi dan misi dari Universitas Cakrawala.

Jumat, 25 April 2025 - 13:25 WIB

Cakrawala University Catat Lebih dari 900 Mahasiswa Bergabung Sejak 1 Tahun Diluncurkan

Meskipun baru diluncurkan satu tahun, Cakrawala University langsung menarik perhatian sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka yang inovatif dan inklusif di Indonesia. Hal ini dikarenakan…

LPM Dompet Dhuafa memperingati Hari Kartini dengan menyelenggarakan gelar wicara interaktif bertema pemberdayaan perempuan di Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (21/04/2025).

Jumat, 25 April 2025 - 13:06 WIB

LPM Dompet Dhuafa Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Lewat Program Majelis Taklim

Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa memperingati Hari Kartini dengan menyelenggarakan gelar wicara interaktif bertema pemberdayaan perempuan di Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin…

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri (PM) Fiji, Sitiveni Ligamamada Rabuka, menyampaikan pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 24 April 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Jumat, 25 April 2025 - 13:00 WIB

Indonesia-Republik Fiji Sepakati Langkah Konkret Perkuat Kemitraan, Dari Pertahanan hingga Pendidikan

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri (PM) Fiji, Sitiveni Ligamamada Rabuka, sepakat meningkatkan kerja sama di berbagai bidang strategis kedua negara. Presiden…