Hutama Karya Gunakan Aspal Baik Terkait Pembangunan Run Way Bandara Lombok
Oleh : Herry Barus | Senin, 14 Desember 2020 - 10:00 WIB

Run Way Bandara Lombok
INDUSTRY.co.id - Lombok–Setelah sukses membangun landasan pacu (runway)di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Pattimura Ambon, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya)kembali dipercaya untuk membangun runwaydan sarana penunjang pada Bandara Internasional Lombok milik PT Angkasa Pura I.
Proyek ini merupakan bagian dari infrastruktur regional pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan menjadi lokasi gelaran MotoGP 2021.Dalam proyek ini, Hutama Karya akan mengerjakan overlayrunwayeksisting dengan ukuran 2.750 meterx 60meterdan perpanjangan runwaydengan ukuran550 meterx 60 meterberikut sarana penunjangnya. Dengan revitalisasi tersebut, akan ada peningkatankapasitas operasional bandara serta kapasitas runwaymaksimum yang semula untuk pesawat Boeing 737 menjadi pesawat Boeing 777.
Direktur Operasi II Hutama Karya, Novias Nurendra menyampaikan bahwa dalam proyek-proyek pembangunan runwaybandara internasional, Hutama Karya telah menggunakan aspal pengikat berkualitas tinggidengan sistemPG (Performance Grading). Aspal PG ini memiliki spesifikasi pengolahan pada suhu tinggi dan penurunan suhu yang cepat setelah di hampar sehingga dapat langsung difungsikan setelah beberapa jam.
“Keunggulan aspal dengan sistem PG ini adalah lebih kuat dan tahan akan keretakan atau kerusakan lainnya sehingga banyak digunakan pada pekerjaan jalan atau runwaybandara di dunia. Jenis aspal ini sudah kami gunakan sebelumnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan hasilnya sangat bagus. Hal ini membuat pengelola bandara, baik itu Angkasa Pura I dan II, juga ingin mengimplementasikannya di bandara-bandara lain di Indonesia, termasuk di Bandara Internasional Lombok ini,” ungkap Novias.
Novias menambahkan bahwa untuk mengimplementasikan sistem aspal PG perlu keahliandan sertifikasi khusus. Hutama Karya adalah satu dari sedikit kontraktor di Indonesia yang tersertifikasi untuk menggunakan aspal jenis ini.Selain menggunakan teknologi dan bahan berkualitas, Hutama Karya juga memastikan seluruh aspek QHSSE terpenuhi dengan baik, terlebih pembangunan ini dilaksanakan selama masa pandemi COVID-19.
“Beberapa upaya yang dilakukan untuk meminimalisir penularan virus di area proyek antara lain adalah penerapan protokol 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan) serta 3T (Testing, Tracing, Treatment) yang ketat untuk seluruh karyawan dan pekerja, membatasi pertemuan fisik, serta membuat skema pengadaan dalam skala besar sehingga tidak terlalu sering pendatangan material ke area pekerjaan.”
Novias juga menjelaskanbahwa untuk meningkatkan target produktivitas pekerjaan sekaligus tidak mengganggu operasional bandara, tim di lapangan melakukan kajian-kajian terkait keselamatan operasional bandara. “Proyek ini juga kebetulandilaksanakansaat musim hujan sehingga tim harus bisa memaksimalkan pekerjaan saat cuaca dalam kondisi baik, sehingga tidak menghambattarget-target produksi yang telah direncanakan,” tutupnya.
Progres pembangunan runwayBandara Internasional Lombok saat ini masih dalamtahap pengkajian keselamatan operasional bandara dan pekerjaan tanah di area perpanjangan runway.Proyek ini akan dilaksanakan dalam 360 hari kalender dan ditargetkan rampung pada November 2021mendatang.
Baca Juga
Dukung Mudik Tenang Lebaran 2025, Ini Jalan Tol Hasil Karya ADHI…
BlueScope Indonesia Angkat Jenny Margiano Sebagai Country Director,…
Persiapan Mudik Lebaran 2025, Menteri PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur…
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Kementerian PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur…
Target Selesai Akhir Tahun 2026, Begini Progres Pembangunan Jalan…
Industri Hari Ini

Jumat, 04 April 2025 - 16:01 WIB
Tarif Impor AS Naik, Saadah Global Dorong UKM Halal Indonesia Ekspansi ke Pasar Alternatif
Kenaikan tarif impor oleh Pemerintah Amerika Serikat menjadi tantangan baru bagi produk ekspor Indonesia, termasuk produk halal. Mulai 9 April 2025, produk asal Indonesia yang masuk ke pasar…

Jumat, 04 April 2025 - 15:51 WIB
PT AEXI Dorong UKM Diversifikasi Pasar Ekspor Pasca Kenaikan Tarif AS
Kenaikan tarif impor oleh Pemerintah Amerika Serikat kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai dapat menurunkan…

Jumat, 04 April 2025 - 14:30 WIB
TikTok Terancam Diblokir di Amerika, Indonesia Justru Panen Manfaat untuk UMKM
TikTok tengah menghadapi tekanan besar di Amerika Serikat. Pemerintah AS memberi waktu hingga 5 April 2025 kepada ByteDance, perusahaan induk TikTok asal Tiongkok, untuk melepas kepemilikannya…

Jumat, 04 April 2025 - 13:00 WIB
Asaki: TKDN & Program 3 Juta Rumah Amankan Pasar Domestik Keramik Pasca Tarif Imbal Balik AS
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto berharap pemerintah Indonesia segera memulai negosiasi dengan AS untuk menghadirkan neraca perdagangan yang lebih berimbang.

Jumat, 04 April 2025 - 11:42 WIB
Kemenperin: PMI Manufaktur Maret 2025 masih di Level Ekspansif 52,4 Poin
Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Maret 2025 masih berada di level ekspansif sebesar 52,4 poin. Angka ini turun dibandingkan dengan PMI bulan sebelumnya sebesar…
Komentar Berita