Mengerikan! Pandemi Covid-19 Tidak Akan Berakhir Jika Limbah B3 Rumah Sakit Belum Teratasi Dengan Baik
Oleh : Kormen Barus | Selasa, 14 Juli 2020 - 14:29 WIB

Ilustrasi Pengembangan Energi Biogas dan Limbah (JIM WEST/Getty Images)
INDUSTRY.co.id, Jakarta-Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI turut berpartisipasi dalam diskusi daring Online Joint Dialogue mengenai Waste Management in the context of COVID-19 Pandemic.
Anggota DPR RI milenial, Dyah Roro Esti menjadi bagian dari delegasi Indonesia dan turut membicarakan mengenai pengelolaan limbah (waste management) di era pandemic covid-19 yang kini tengah melanda dunia.
Tidak hanya itu, alumni Imperial College London ini juga membahas pandemi covid-19 dalam kaitannya dengan dampaknya terhadap lingkungan hidup.
Menurut Roro Esti, salah satu yang menjadi perhatian penting adalah pengelolaan limbah B3 rumah sakit dari sejumlah alat medis sekali pakai, yang saat ini tengah banyak digunakan oleh pekerja medis.
Sejumlah limbah medis ditemukan berakhir di laut, dan mengganggu ekosistem dan organisme laut yang ada. Keadaan ini sangat mengkhawatirkan dan perlu penanganan yang serius secepatnya.
“Pandemi ini tidak akan berakhir sampai kita benar benar memperhatikan dan mengelola limbah yang dihasilkan dalam penanggulangan covid-19 dengan baik. Seperti kita ketahui, virus ini dapat menempel pada sejumlah alat medis seperti masker sekali pakai, sarung tangan dan lain lain. Maka pengelolaan limbah medis yang baik sangat diperlukan," kata dia dalam siaran persnya.
Legislator yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kaukus Ekonomi Hijau (Green Economy Caucus) DPR RI ini memaparkan bahwa limbah B3 rumah sakit saat ini di kelola menggunakan incinerator. Di Indonesia, lanjutnya, telah terjadi peningkatan limbah B3 sebesar 30% dari sampah medis ini.
Roro Esti melaporkan, bahwa berdasarkan data dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat ini baru ada 100 rumah sakit di Indonesia, yang memiliki incinerator yang memenuhi standar untuk mengelola limbah medisnya sebelum dibuang ke pembuangan akhir.
Menurut anggota DPR RI milenial ini, pengelolaan limbah B3 ini sangat perlu menjadi salah satu konsentrasi dalam menentukan kebijakan lingkungan, maka perlu penyikapan yang lebih serius dari pemerintah, baik dari segi edukasi kepada masyarakat dan pengadaan infrastruktur (tempat pembuangan limbah B3) di tempat-tempat umum maupun rumah sakit. Sebab tanpa pengelolaan yang cermat, maka ekosistem lingkungan akan menjadi taruhannya.
Tidak hanya itu, legislator yang kerap disapa Mbak Roro ini menyatakan bahwa saat ini banyak pekerja informal, khususnya para pekerja kebersihan di TPA yang berhadapan secara langsung dengan limbah B3, atau limbah yang sudah terkontaminasi virus dan bakteri tanpa menggunakan alat pelindung diri atau APD yang memadai. Maka ini merupakan ancaman tersendiri bagi kesehatan para pekerja. Sementara itu, disisi lain mereka merupakan aktor penting dalam menghimpun limbah-limbah tersebut.
Bahkan di beberapa wilayah, pekerja kebersihan merupakan komponen utama dalam mengumpulkan limbah plastik yang mencapai sebanyak 1 juta ton per tahun.
“Permasalahan kelola limbah medis ini sangat penting dan tidak dapat hanya dijalankan oleh satu pihak saja, karenanya mari bersama sama bergotong royong, mengambil peran dalam meningkatkan kualitas kelola limbah atau sampah medis sebagai salah satu upaya menuntaskan pandemic covid-19 dan untuk lingkungan hidup yang lebih baik”, pungkasnya dalam penutup paparan.
Baca Juga
Dompet Dhuafa Kirim Bantuan Kemanusiaan, Respons Cepat Bagi Penyintas…
Pepsodent, Masjid Istiqlal, dan PDGI Gelar Program 'Ramadan Berbagi…
BSMI Berangkatkan Dua Dokter Spesialis Tim EMT 1 untuk Gaza Bertugas…
LKC Dompet Dhuafa Gelar FGD bersama Pemkab Garut Bahas Program Bidan…
Siloam Hospitals Lippo Cikarang Gelar Seminar Medis Optimalisasi…
Industri Hari Ini

Jumat, 04 April 2025 - 16:01 WIB
Tarif Impor AS Naik, Saadah Global Dorong UKM Halal Indonesia Ekspansi ke Pasar Alternatif
Kenaikan tarif impor oleh Pemerintah Amerika Serikat menjadi tantangan baru bagi produk ekspor Indonesia, termasuk produk halal. Mulai 9 April 2025, produk asal Indonesia yang masuk ke pasar…

Jumat, 04 April 2025 - 15:51 WIB
PT AEXI Dorong UKM Diversifikasi Pasar Ekspor Pasca Kenaikan Tarif AS
Kenaikan tarif impor oleh Pemerintah Amerika Serikat kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai dapat menurunkan…

Jumat, 04 April 2025 - 14:30 WIB
TikTok Terancam Diblokir di Amerika, Indonesia Justru Panen Manfaat untuk UMKM
TikTok tengah menghadapi tekanan besar di Amerika Serikat. Pemerintah AS memberi waktu hingga 5 April 2025 kepada ByteDance, perusahaan induk TikTok asal Tiongkok, untuk melepas kepemilikannya…

Jumat, 04 April 2025 - 13:00 WIB
Asaki: TKDN & Program 3 Juta Rumah Amankan Pasar Domestik Keramik Pasca Tarif Imbal Balik AS
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto berharap pemerintah Indonesia segera memulai negosiasi dengan AS untuk menghadirkan neraca perdagangan yang lebih berimbang.

Jumat, 04 April 2025 - 11:42 WIB
Kemenperin: PMI Manufaktur Maret 2025 masih di Level Ekspansif 52,4 Poin
Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Maret 2025 masih berada di level ekspansif sebesar 52,4 poin. Angka ini turun dibandingkan dengan PMI bulan sebelumnya sebesar…
Komentar Berita