Paparan Publik PT Multi Bintang Indonesia Tbk: Expanding Our Horizons

Oleh : Herry Barus | Rabu, 24 April 2019 - 09:00 WIB

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) (Foto Dok Industry.co.id)
PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Multi Bintang Indonesia Tbk (Multi Bintang), dengan kode saham MLBI, menggelar paparan publik sebagai kelanjutan dari Rapat Umum Pemegang Saham yang mengumumkan laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada 31 Desember 2018.

“Dengan bangga kami menginformasikan bahwa kami telah berhasil untuk terus “mengembangkan cakrawala kami” melalui berbagai langkah penting yang kami ambil di tahun 2018. Langkah-langkah tersebut diambil tentunya tidak hanya dalam rangka memperoleh kinerja finansial yang kuat namun juga sebagai kunci dari bisnis jangka panjang dan target berkelanjutan kami,” kata Michael Chin, Presiden Direktur PT Multi Bintang Indonesia Tbk, dalam paparan publik PT Multi Bintang Indonesia Tbk, di Jakarta (23/04).

Di balik permintaan konsumen yang meningkat pada paruh kedua tahun lalu dampak dari kemajuan pariwisata, Perseroan berhasil memperoleh peningkatan pendapatan sebesar 8% dari Rp 3.390 triliun di tahun 2017 menjadi Rp 3.650 triliun di tahun 2018. Pencapaian ini tidak lepas dari kinerja yang baik seluruh portofolio, terutama dari portofolio minuman non-alkohol dan juga kinerja ekspor.

Di tahun lalu, Multi Bintang juga berhasil memperluas jangkauan Bir Bintang di pasar ekspor yang baru dan penting yaitu Amerika Serikat dan Korea Selatan. Hal ini memungkinkan keberadaan Bir Bintang makin dikenal di berbagai belahan dunia yang baru, setelah sebelumnya sudah tersedia di Malaysia, Singapura, Jepang, Australia, Belanda, dan Inggris.

Pada tahun 2018, Perseroan juga telah mengambil sebuah langkah strategis memasuki pasar digital. Setelah sebelumnya bermitra dengan para pelaku e-grocery, Perseroan juga telah meluncurkan sebuah aplikasi bernama Toko Bintang, dalam rangka transformasi hubungan Perseroan dengan para pelanggan, di mana proses pemesanan dapat dilakukan secara digital.

Dan yang tak kalah pentingnya dalam rangka memperkuat strategi transformasi Perseroan menjadi perusahaan multi-beverage, PT Tirta Prima Indonesia (TPI), anak usaha dari Multi Bintang, yang sejak September 2018 lalu telah memulai produksi seluruh portofolio minuman non-alkohol Perseroan, kini berhasil meraih sertifikasi halal untuk produk soda buah, Fayrouz. Keseluruhan operasional TPI, termasuk fasilitas produksi dan seluruh komunikasi sepenuhnya mematuhi Standar Jaminan Halal Indonesia.

Di sisi keberlanjutan korporasi, Perseroan juga telah secara resmi mengoperasikan fasilitas biomassa di Sampangagung, yang berhasil memangkas emisi CO2 dari proses produksi hingga 5.000 ton per tahun. Selanjutnya, limbah dari fasilitas biomassa dapat digunakan sebagai bahan mentah untuk pupuk organik oleh para petani lokal, sehingga meletakkan landasan bagi bergulirnya ekonomi di komunitas sekitar. Fasilitas biomassa ini merupakan yang pertama untuk pabrik FMCG di Indonesia. 

“Sejalan dengan tema ulang tahun Perseroan ke-88 yang akan jatuh pada bulan November mendatang, kinerja keuangan kami yang konsisten dan menguntungkan dari seluruh portofolio merupakan suatu bentuk nyata tekad kami untuk selalu meracik kebanggaan di area tempat kami beroperasi. Tidak hanya bagi perusahaan tapi juga bagi komunitas di sekitar kami. Ini adalah tekad kami untuk masa ini dan juga 88 tahun yang akan datang,” tutup Michael.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Produsen minyak telon binaan BRI

Sabtu, 05 April 2025 - 05:33 WIB

Minyak Telon Lokal Go Global, UMKM Binaan BRI Sukses Ekspor ke Mancanegara

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mempertegas komitmennya dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas dan memperluas akses pasar.

Ilustrasi, Jasa Pengiriman produk industri halal.

Jumat, 04 April 2025 - 16:01 WIB

Tarif Impor AS Naik, Saadah Global Dorong UKM Halal Indonesia Ekspansi ke Pasar Alternatif

Kenaikan tarif impor oleh Pemerintah Amerika Serikat menjadi tantangan baru bagi produk ekspor Indonesia, termasuk produk halal. Mulai 9 April 2025, produk asal Indonesia yang masuk ke pasar…

Ilustrasi, PT Andalan Ekspor Indonesia (AEXI)

Jumat, 04 April 2025 - 15:51 WIB

PT AEXI Dorong UKM Diversifikasi Pasar Ekspor Pasca Kenaikan Tarif AS

Kenaikan tarif impor oleh Pemerintah Amerika Serikat kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai dapat menurunkan…

Foto Ilustrasi, aplikasi Tik Tok

Jumat, 04 April 2025 - 14:30 WIB

TikTok Terancam Diblokir di Amerika, Indonesia Justru Panen Manfaat untuk UMKM

TikTok tengah menghadapi tekanan besar di Amerika Serikat. Pemerintah AS memberi waktu hingga 5 April 2025 kepada ByteDance, perusahaan induk TikTok asal Tiongkok, untuk melepas kepemilikannya…

Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Jumat, 04 April 2025 - 13:00 WIB

Asaki: TKDN & Program 3 Juta Rumah Amankan Pasar Domestik Keramik Pasca Tarif Imbal Balik AS

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto berharap pemerintah Indonesia segera memulai negosiasi dengan AS untuk menghadirkan neraca perdagangan yang lebih berimbang.