Kemenkop - Saung Angklung Udjo Latih Generasi Milenial Berwirausaha

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 21 September 2018 - 18:07 WIB

Pelatihan Vocational Keterampilan Teknis Bagi SDM KUMKM di Hotel Prime Park, Jl PHH Mustopa, Cikutra, Bandung, Jumat (21/9/2018).
Pelatihan Vocational Keterampilan Teknis Bagi SDM KUMKM di Hotel Prime Park, Jl PHH Mustopa, Cikutra, Bandung, Jumat (21/9/2018).

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Plt. Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Rully Nuryanto mengatakan saat ini packaging dan e-commerce adalah dua hal penting yang harus dipahami oleh para pelaku usaha. Hal ini tentunya berbeda dengan era-era sebelumnya, yang cenderung hanya mengutamakan produk.

Bicara kemasan bukan hanya bicara bungkus tetapi kemasan ini bisa mewakili brand dari produk. Sebagai contoh misalnya udaha di bidang kuliner, kalo dahulu hanya mengandalkan rasa saat Ini hal iti tidak cukup. Usaha rumah makan atau restoran harus memyesuaikan dengan selera kaum milenial.

“Restoran harus dikemas dengan dekorasi yang kekinian atau yang instagramable dan ditambah jaringan Wifi yang bagus, seperti contohnya jaringan Warung Upnormal itu..” : kata Rully saat memberikan sambutan di acara bertajuk Pelatihan Vocational Keterampilan Teknis Bagi SDM KUMKM di Hotel Prime Park, Jl PHH Mustopa, Cikutra, Bandung, Jumat (21/9/2018).

Pelatihan yang diprakarsai Kementerian Koperasi dan UKM, bekerjasama dengan Saung Angklung Udjo ini akan dimulai Jumat, 21 September 2018 dan diikuti oleh Peserta pelatihan  sebanyak 60 orang wirausahawan muda asal Cimenyan, Bandung dan Padasuka, Bandung.

Selain Plt Deputi Bidang Pemberdayaan Manusia Rully Nuryanto, ikut hadir dalam kegiatan pelatihan hari pertama Pimpinan Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat Udjo, Kabid Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Jabar Ruddy Billah dan tentunya Ketua Panitia Ibu Mas Ayu Nilawati yang juga menjabat sebagai Kabid Pengembangan Peran Organisasi Kemasyarakat pada Asisten Deputi Bidang Peran Serta Masyarakat, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Rully menerangkan, kenapa warung upnormal bisa begitu berkembang ya kuncinya karena pemiliknya pandai bermain dengan packaging, pemiliknya mengetahui kaum milenial sekarang menilai tempat nongkrong, jaringan wifi dan spot-spot foto menjadi hal utama dalam sebuah usaha, rasa makanan menjadi nomor sekian.

"Pedagang mie kekinian mungkin itu istilahnya.. Hasilnya warung atau tempat makan itu, dijadikan tempat kumpul kaum milenial yang akan nongkrong," terangnya.

Ini menjadi bukti, kaum milenial sekarang tidak terlalu menomor satukan rasa tetapi lebih hal-hal lain diluar rasa, seperti eye catching-nya suatu produk.

“Rully juga mengatakan selain packaging, e-commerce juga patut diperhatikan seorang pelaku wirausaha. Pengaruh e-commerce juga sangat penting, untuk meningkatkan pemasaran.

"Jaman dulu, wirausaha harus punya lapak, toko atau outlet sebelum usaha, datang ke toko juga sudah harus rapi atau wangi. Wirausahawan sekarang tidak lagi, bangun tidur sudah bisa dagang," katanya.

Cerita ini telah dibuktikan oleh seorang wirausaha fashion. Awalnya wirausahawan muda ini hanya liat jilbab bagus lalu dia kreasikan jilbab tersebut dengan kreasinya sendiri dan dia pergi ketukang jahit untuk membuat jilbab hasil kreasinya.

Pimpinan Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat Udjo mengatakan pelatihan vocational ini luar biasa, sayang jatah pesertanya hanya 60. Mereka berasal dari 30 orang wirausaha asal Desa Cimenyan dan 30 orang wirausaha asal Desa Padasuka.

Ide lahirnya pelatihan ini, menurut Taufik juga tidak datang begitu saja, tetapi lewat pertemuan intensif antara dirinya dengan Menteri Koperasi AAGN Puspayoga. Pertemuannya juga tidak hanya berlangsung satu kali, tetapi sampai tiga kali," jelas Taufik.

"Peristiwa ini luar biasa, dan kami merasa dihormati. Peristiwa itu bukan tiba-tiba, tapi wujud dari sebuah perhatian yang luar biasa dari bapak Menteri. Awalnya beliau mendatangi tempat kami sampai 3 kali, berbicara santai, bukan sebagai seorang pejabat," kisahnya.

Penjelasan-penjelasan Menteri AAGN Puspayoga, hingga akhirnya muncul pelatihan ini juga sangat santun.

"Beliau menyampaikan kepada saya, pak Taufik inikan sudah bagus. Bisa lebih bagus lagi, kalau kita bersinergi. Coba pikirkan atau berbuat sesuatu untuk bisa kita berprogres, kita bersinergi," jelasnya.

Kata-kata santun dari pak Menteri AAGN Puspayoga, menurut Taufik,  selalu akan diingatnya. Hingga akhirnya lahir keinginan untuk memunculkan kegiatan pelatihan ini, mengingat apa yang diinginkan Menteri Koperasi dan UKM juga sejalan dengan keinginan orangtua, perintis Saung Angklung Udjo.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi, Jasa Pengiriman produk industri halal.

Jumat, 04 April 2025 - 16:01 WIB

Tarif Impor AS Naik, Saadah Global Dorong UKM Halal Indonesia Ekspansi ke Pasar Alternatif

Kenaikan tarif impor oleh Pemerintah Amerika Serikat menjadi tantangan baru bagi produk ekspor Indonesia, termasuk produk halal. Mulai 9 April 2025, produk asal Indonesia yang masuk ke pasar…

Ilustrasi, PT Andalan Ekspor Indonesia (AEXI)

Jumat, 04 April 2025 - 15:51 WIB

PT AEXI Dorong UKM Diversifikasi Pasar Ekspor Pasca Kenaikan Tarif AS

Kenaikan tarif impor oleh Pemerintah Amerika Serikat kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai dapat menurunkan…

Foto Ilustrasi, aplikasi Tik Tok

Jumat, 04 April 2025 - 14:30 WIB

TikTok Terancam Diblokir di Amerika, Indonesia Justru Panen Manfaat untuk UMKM

TikTok tengah menghadapi tekanan besar di Amerika Serikat. Pemerintah AS memberi waktu hingga 5 April 2025 kepada ByteDance, perusahaan induk TikTok asal Tiongkok, untuk melepas kepemilikannya…

Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Jumat, 04 April 2025 - 13:00 WIB

Asaki: TKDN & Program 3 Juta Rumah Amankan Pasar Domestik Keramik Pasca Tarif Imbal Balik AS

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto berharap pemerintah Indonesia segera memulai negosiasi dengan AS untuk menghadirkan neraca perdagangan yang lebih berimbang.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief

Jumat, 04 April 2025 - 11:42 WIB

Kemenperin: PMI Manufaktur Maret 2025 masih di Level Ekspansif 52,4 Poin

Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Maret 2025 masih berada di level ekspansif sebesar 52,4 poin. Angka ini turun dibandingkan dengan PMI bulan sebelumnya sebesar…