Kaleidoskop 2017: Runtuhnya Toko Ritel Modern di Indonesia

Oleh : Ahmad Fadli | Kamis, 28 Desember 2017 - 06:07 WIB

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) memastikan akan menghentikan secara total operasional toko ritel Debenhams di Indonesia pada akhir tahun 2017.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) memastikan akan menghentikan secara total operasional toko ritel Debenhams di Indonesia pada akhir tahun 2017.

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Tahun 2017 sepertinya bukan milik para toko ritel konvensional atau lebih familiar disebut toko offline. Sebabnya ditahun ini ada lima toko ritel modern harus yang harus gulung tikar. Alasannya beragam mulai dari beban produksi yang tidak sesuai dengan margin, lokasi yang tidak lagi strategis sampai ingin membuka bisnis baru.

Bahkan, sebagian dari mereka menilai bisnisnya hancur karena perlahan konsumen mulai beralih ke belanja online. Lesunya bisnis ritel modern cukup mengejutkan. Sebab di saat yang bersamaan pemerintah mengklaim tidak ada yang salah dengan kebijakan ekonomi, namun faktanya toko ritel modern mengalami kelesuan hingga menutup gerainya.

Sekadar mengingatkan kamu, berikut ini lima brand ritel modern yang tutup sepanjang tahun 2017 :

Lotus

Lotus Departement Store menutup tiga gerai di Thamrin, Cibubur, dan Bekasi pada akhir Oktober 2017. Penutupan gerai Lotus ini dilakukan untuk memoles kinerja keuangan divisi department store PT Mitra Adi Perkasa (MAP) Tbk, induk usaha Lotus. Di tahun ini, Lotus mengalami kerugian terus menerus sehingga MAP memutuskan untuk menutupnya.

7-Eleven

PT Modern Internasional Tbk (MDRN) menutup seluruh gerai 7-Eleven mulai 30 Juni 2017. Penyebabnya ialah besarnya biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan mereka sehingga 7-Eleven mengalami kerugian besar.

Tercatat hingga Maret 2017, 7-Eleven mencatatkan rugi Rp 447,93 miliar. Padahal periode sama tahun sebelumnya untung Rp 21,31 miliar. Itulah lima retail modern yang ditutup selama 2017.

Penutupan gerai ini menjadi pelajaran buat kamu yang memiliki usaha agar selalu kreatif dan inovatif mengembangkan usaha sehingga terus menguntungkan.

Matahari

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menutup gerai Matahari Departement Store di Pasaraya Manggarai dan Pasaraya Blok M pada September 2017. Pada pertengahan November 2017, Matahari kembali menutup gerai di Taman Anggrek dan Lombok City Center.

Penutupan ini sebagian besar akibat buruknya kinerja perusahaan. Meski begitu, manajemen Matahari mengatakan masih akan ekspansi membuka gerai baru di tahun depan.

Debenhams

Gerai ritel modern yang tutup ini juga milik PT Mitra Adi Perkasa Tbk. PT Mitra Adiperkasa Tbk gerai Debenhams di Senayan City pada akhir 2017. Di Senayan City, Debenhams membuka gerai di tiga lantai sekaligus.

Sebelumnya perusahaan ini telah menutup gerai Debenhams di Kemang Village dan Supermall Karawaci. Penutupan ini diyakini akibat perubahan pola konsumsi masyarakat dari belanja langsung ke belanja online.

Ramayana

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk menutup delapan gerai supermarketnya pada 28 Agustus 2017. Adapun toko yang tutup ialah R098 (Gresik), R030 (Banjarmasin), R115 (Bulukumba), R025 (Bogor), R057 (Pontianak), serta R008 (Sabang). Lalu ada 2 toko di Surabaya yakni R222 dan R214.

Mengutip penjelasan Ramayana ke sejumlah media, manajemen Ramayana mengatakan penutupan ini bersifat sementara karena perusahaan sedang mendisain ulang toko.

Disain ulang ini dilakukan sekaligus memanfaatkan waktu pada saat daya beli sedang lesu. Selain itu, redisain ini berlaku untuk gerai supermarket, bukan gerai yang menjual pakaian.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) siapkan UMKM agar semakin Berdaya melalui KUR Syariah. Tahun ini BSI mendapatkan alokasi Rp17 Triliun guna optimalisasi pembiayaan KUR Syariah bagi para pelaku usaha.

Rabu, 22 Januari 2025 - 11:01 WIB

Konsisten Dukung UMKM Semakin Berdaya, BSI Dapat Alokasi Rp17 Triliun KUR Syariah Tahun Ini

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki komitmen kuat dalam mendukung pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berdaya. Karena konsistensi perseroan dalam…

ILUSTRASI.(Ist) Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen SIG, Budi Waseso (tengah) memimpin jalannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2025 di Jakarta, Senin (20/1/2025).

Rabu, 22 Januari 2025 - 10:50 WIB

RUPSLB SIG Kukuhkan Pemberhentian dengan Hormat Nasaruddin Umar, Komisaris Independen

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) (“Perseroan”) pada hari Senin (20/1/2025), menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2025 (“Rapat”) di Jakarta dengan…

CN 235 pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 22 Januari 2025 - 10:42 WIB

Industri Dirgantara sedang Anjlok, Ini yang Dilakukan BRIN dan PT Chroma International agar Kembali Bergairah

Tangerang Selatan- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Chroma International menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendukung serta memanfaatkan hasil riset dan inovasi di…

Media Gathering Seven Event

Rabu, 22 Januari 2025 - 10:31 WIB

Seven Event Hadirkan Line-Up Pameran dari Beragam Industri 2025

Sebagai profesional exhibition organizer yang sukses menyelenggarakan pameran-pameran berskala internasional, Seven Event kembali hadir dengan line-up pameran yang lebih beragam untuk tahun…

Stephen Roy Imantaka, Chief of Strategy Ninja Xpress

Rabu, 22 Januari 2025 - 10:19 WIB

Sambut HGN 2025: Ninja Xpress Kolaborasi Bersama Amazing Farm, Dorong Gaya Hidup Sehat Melalui Layanan Ninja Cold

Dalam momentum memperingati Hari Gizi Nasional 2025, Ninja Xpress bersama dengan Amazing Farm, pelaku bisnis pertanian yang memiliki fokus pada produksi sayuran hidroponik, berkolaborasi bersama…