Bahaya! Ketidakpastian Harga dan Pasokan Gas Bikin Investasi Rp300 Triliun Lenyap
Oleh : Ridwan | Jumat, 07 Februari 2025 - 09:12 WIB

Migas Ilustrasi
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Masalah gas industri terus menjadi persoalan serius. Ketidakpastian harga dan pasokan gas dari penyedia dan penerima yakni industri memicu masalah baru yakni pembatalan investasi.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Eko S.A. Cahyanto menyebut bahwa ketidakpastian terkait harga gas murah melalui skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) telah menyebabkan pembatalan investasi mencapai Rp300 triliun di sejumlah kawasan industri.
“Dalam rapat dengan Kemenko Perekonomian terungkap ada Rp300 triliun investasi yang sudah masuk, bahkan sudah membeli lahan. Namun, akhirnya membatalkan pembangunan pabrik karena ketidakjelasan harga gas ini,” kata Eko di Kantor Kemenperin, Jakarta (6/2).
Menurutnya, selama ini penerima HGBT pun tidak merata meski sudah diatur ada 7 sektor industri yang mendapatkannya. Oleh karena itu, Kemenperin tengah mendorong agar industri lain tetap dapat menikmati HGBT.
“Kami masih berupaya, masih terus membahas mengenai bagaimana kawasan industri bisa mendapatkan HGBT. Bukan hanya terbatas pada 7 sektor saja, tapi seluruh tenant yang ada di kawasan industri,” terangnya.
Adapun 7 sektor yang mendapatkan HGBT tersebut adalah petrokimia, oleokimia, baja, keramik, sarung tangan karet, gelas kaca, serta pupuk. Itu pun belum semua perusahaan mendapat kuota HGBT.
“Masih perlu waktu barkaitan dengan supply, berkaitan dengan infrastruktur, berkaitan dengan insentif lain yang diperlukan dalam rangka kebijakan ini,” ungkap Eko.
Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI), Sanny Iskandar juga turut menyoroti ketidakpastian kuota gas bagi pelaku industri di berbagai kawasan, sehingga belum semuanya bisa mendapatkan HGBT.
“Setelah perjuangan panjang, HGBT memang diperpanjang, tapi kuota yang diberikan hanya 40% - 45%. Itu pun tergantung PGN,” jelas Sanny.
Menurutnya, lokasi industri turut mempengaruhi harga gas, semakin dekat dengan sumber gas, maka harga gas yang diperoleh akan lebih murah. Namun sebaliknya, industri yang jauh dari sumber gas harus membayar lebih mahal, terutama jika penggunaan melebihi kuota yang ditetapkan.
“Berbeda dengan listrik yang tarifnya seragam di seluruh Indonesia, harga gas sangat bergantung pada jarak dari sumber. Jika penggunaan melebihi kuota 40% - 45%, harga bisa melonjak hingga USD 16 per MMBTU,” tutup Sanny.
Baca Juga
PT JIEP Berbagi Berkah Ramadan: Santunan, Sembako Murah, Sampai Mudik…
Perkuat Daya Saing Industri, Kawasan Industri Terpadu Batang Sepakati…
Ketum HKI Dorong Pengelola Kawasan Industri Terapkan Prinsip Berkelanjutan
Presiden Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang, Wujudkan Industrialisasi…
Kemenperin: Daya Saing Kawasan Industri Pacu Target Ekonomi 8 Persen
Industri Hari Ini

Kamis, 03 April 2025 - 06:26 WIB
Bank DKI Tetap Layani Nasabah Saat Libur Lebaran 2025
Bank DKI akan mengoperasikan layanan terbatas pada tanggal 31 Maret, 1-5 April, dan 7 April 2025 di beberapa kantor cabang tertentu.

Rabu, 02 April 2025 - 17:52 WIB
Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Menekraf Riefky Sampaikan Belasungkawa: Selamat Jalan Bang Ray..
Menteri Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya turut mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya aktor senior Ray Sahetapy.

Rabu, 02 April 2025 - 12:48 WIB
PTPP Fasilitasi Lebih dari 4.000 Pemudik dalam Program Mudik Bersama BUMN 2025
PT PP (Persero) Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia (“PTPP”), turut berkontribusi dalam program Mudik Gratis BUMN 2025 dengan memberangkatkan lebih…

Rabu, 02 April 2025 - 11:56 WIB
Waspada Modus Penipuan Saat Lebaran! BRI Bagikan Tips Terhindar dari Penipuan dan Kejahatan Siber
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan dan kejahatan siber pada periode libur Hari Raya Idulfitri 1446 H.…

Selasa, 01 April 2025 - 13:08 WIB
BRI Menanam “Grow & Green” Transplantasi Terumbu Karang di NTB
Keseimbangan ekosistem laut menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan sektor wisata bahari di Indonesia. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Gili Matra,…
Komentar Berita