PT Honay Ajkwa Lorentz dan PT TMP Akan Bangun Pabrik Keramik Berbahan Tailing dari Freeport di Timika

Oleh : Hariyanto | Selasa, 07 Januari 2025 - 14:52 WIB

Kerjasama PT Honay Ajkwa Lorentz dengan PT Tambang Mineral Papua (TMP)
Kerjasama PT Honay Ajkwa Lorentz dengan PT Tambang Mineral Papua (TMP)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Honay Ajkwa Lorentz bekerjasama dengan PT Tambang Mineral Papua (TMP) berencana membangun pabrik keramik dan semen berbahan baku utama tailing dari PT Freeport Indonesia dengan nilai investasi sekitar Rp 3,1 triliun dengan menerapkan sistem kerjasama bagi hasil. 

“Pengelolaan tailing kami lakukan secara serius, dan ini merupakan salah satu cara kami, dalam mendukung peraturan pemerintah Indonesia dalam pelestarian lingkungan, pengelolaan yang kami lakukan meliputi kegiatan menghasilkan, mengangkut, mengedarkan, menyimpan, menggunakan dan membuang.” kata Fenty Widiyawati, Direktur, PT Honay Ajkwa Lorentz yang dikutip INDUSTRY.co.id, Selasa (7/1/2025). 

Di awal bulan Februari PT Honay Ajkwa Lorentz bersama TMP dan pemangku adat Panius Kogoya akan melakukan Groundbreaking dan upacara adat Bakar Batu. Sebelum pelaksanaan groundbreaking akan ada rangkaian agenda lainnya seperti di tanggal 6 Januari – 8 Januari 2025 akan diadakan rapat kerja investasi yang akan dilakukan di Surabaya.

Selanjutnya akan diadakan proses rekrutmen tenaga kerja dengan komposisi 80% orang asli Papua (OAP) dan 20% bukan asli Papua. Di tanggal 10 Januari 2025 akan dilakukan perapihan  di area pabrik disertai doa bersama dari perwakilan kepala suku besar dari 10 Kabupaten yang berada di Timika saat ini yang akan dibuka oleh Bapak Panius Kogoya, 

Kemudian di tanggal 20 Januari 2025 akan ada pelantikan dan pengembangan manajemen dari Surabaya, di hari dan tanggal yang sama akan diadakan seminar pada pukul 13.00 – 17.30 yang akan dibuka oleh Bapak S.M Albert, Direktur Tenaga kerja dan pemasaran, PT TMP dan Bapak Hamdani, General Manager, PT Honay Ajkwa Lorents.

Pabrik keramik dan pabrik semen ini berlokasi di Jl. Nabire Mil 32, Samping Mayon 754 Timika, Papua Tengah sangat dekat dengan pusat kota, dan berdiri di atas lahan seluas 9 hektar di tahap pertama. Pembangunan pabrik akan menyerap 500 – 900 lapangan pekerjaan.  

Proses rekrutmen tenaga kerja memperbolehkan orang asli papua yang masih usia produktif namun belum atau tidak memiliki ijazah formal, kemudian perusahaan akan memberikan pelatihan kepada seluruh pegawai yang telah diterima. 

Pelatihan yang akan diberikan seperti pelatihan bahasa inggris, kelistrikan, mekanik dan lain – lain.  Proses pembangunan ini ditargetkan akan selesai di tahun 2026, di awal produksi tahap pertama pabrik ditargetkan akan memproduksi 21 juta ton semen. 

“Sebelum pembangunan pabrik ini kami juga sudah mempersiapkan pembangunan infrastruktur yang dapat menunjung kebutuhan operasional pabrik ini dan kami mengundang para investor untuk bergabung bersama kami, dan kami yakin dengan adanya pabrik semen dan keramik di Papua dapat menekan harga semen di Papua.” tutup Fenty

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi, Jasa Pengiriman produk industri halal.

Jumat, 04 April 2025 - 16:01 WIB

Tarif Impor AS Naik, Saadah Global Dorong UKM Halal Indonesia Ekspansi ke Pasar Alternatif

Kenaikan tarif impor oleh Pemerintah Amerika Serikat menjadi tantangan baru bagi produk ekspor Indonesia, termasuk produk halal. Mulai 9 April 2025, produk asal Indonesia yang masuk ke pasar…

Ilustrasi, PT Andalan Ekspor Indonesia (AEXI)

Jumat, 04 April 2025 - 15:51 WIB

PT AEXI Dorong UKM Diversifikasi Pasar Ekspor Pasca Kenaikan Tarif AS

Kenaikan tarif impor oleh Pemerintah Amerika Serikat kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai dapat menurunkan…

Foto Ilustrasi, aplikasi Tik Tok

Jumat, 04 April 2025 - 14:30 WIB

TikTok Terancam Diblokir di Amerika, Indonesia Justru Panen Manfaat untuk UMKM

TikTok tengah menghadapi tekanan besar di Amerika Serikat. Pemerintah AS memberi waktu hingga 5 April 2025 kepada ByteDance, perusahaan induk TikTok asal Tiongkok, untuk melepas kepemilikannya…

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief

Jumat, 04 April 2025 - 11:42 WIB

Kemenperin: PMI Manufaktur Maret 2025 masih di Level Ekspansif 52,4 Poin

Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Maret 2025 masih berada di level ekspansif sebesar 52,4 poin. Angka ini turun dibandingkan dengan PMI bulan sebelumnya sebesar…

GeTI Incubator resmi menerima sertifikat akreditasi dari Lembaga Akreditasi LPK Provinsi Banten untuk Skema Mengoperasikan Sistem ERP untuk Manajemen Ritel dan Bisnis (Retail & Business ERP Professional).

Jumat, 04 April 2025 - 11:18 WIB

GETI Incubator Terima Sertifikat Akreditasi Skema ERP dari LA LPK Banten, Dorong Kompetensi Digital Tenaga Kerja dan UMKM

GeTI Incubator resmi menerima sertifikat akreditasi dari Lembaga Akreditasi LPK Provinsi Banten untuk Skema Mengoperasikan Sistem ERP untuk Manajemen Ritel dan Bisnis (Retail & Business ERP…