Permudah Investasi SBN di Pasar Sekunder, Maybank Indonesia Kenalkan Fitur Baru di Aplikasi M2U ID App
Oleh : Hariyanto | Senin, 16 Desember 2024 - 17:26 WIB
Maybank Indonesia (Foto Ist)
INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) memperkenalkan fitur terbaru di aplikasi digital M2U ID App yang memberikan kemudahan bagi nasabah untuk melakukan investasi Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder melalui aplikasi digital banking. Inovasi tersebut menjadikan transaksi SBN lebih praktis, efisien, dan fleksibel untuk semua kalangan investor.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Maybank Indonesia untuk terus menyediakan solusi keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif, sejalan dengan strategi Maybank Group, M25+, yaitu mempercepat digitalisasi dan modernisasi teknologi serta misi Bank, “Humanising Financial Services”.
Melalui M2U ID App, investasi SBN di Pasar Sekunder kini dapat diakses oleh lebih banyak kalangan, termasuk investor ritel, yang mencari fleksibilitas dan investasi yang optimal.
Head Digital Banking Maybank Indonesia Charles Budiman mengatakan bahwa Maybank Indonesia meyakini bahwa digitalisasi merupakan kunci untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih mudah, efisien, dan inklusif bagi seluruh nasabah.
“Melalui aplikasi M2U ID App, kami menyediakan akses langsung ke pasar SBN sekunder, memungkinkan nasabah, termasuk investor ritel, untuk mengelola investasi mereka secara transparan dan nyaman di genggaman mereka,” ujarnya.
Jenis-jenis SBN yang tersedia dalam aplikasi M2U ID App adalah Surat Utang Negara (SUN) seperti ORI, FR, dan INDON serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) seperti Sukuk Ritel, PBS, dan INDOIS.
Global Market Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengatakan, pasar SBN sekunder memainkan peran penting dalam menyediakan likuiditas dan diversifikasi bagi investor, sekaligus mendukung pengembangan pasar keuangan nasional.
“Dengan stabilitas makroekonomi dan kebijakan fiskal yang solid, SBN tetap menjadi instrumen investasi yang aman dan potensial untuk memberikan imbal hasil kompetitif di tengah tantangan pasar global," ujarnya.
Komentar Berita