Industri Kimia, Pilar Ekonomi Global dan Inovasi Berkelanjutan

Oleh : Hariyanto | Sabtu, 02 November 2024 - 17:03 WIB

Mr Zhang Ping , CEO Shan Hai Map
Mr Zhang Ping , CEO Shan Hai Map

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri kimia memegang peranan penting dalam perekonomian global, berperan sebagai pemasok utama bahan baku yang mendukung sektor-sektor vital seperti manufaktur, pertanian, farmasi, energi, dan teknologi. Berbagai produk kimia, mulai dari plastik, pupuk, bahan farmasi, hingga pembersih, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan berbagai industri besar.

Dalam rantai pasok global, industri kimia menyediakan bahan dasar yang sangat diperlukan dalam produksi berbagai barang. Misalnya, sektor otomotif membutuhkan produk kimia seperti cat, plastik, dan karet sintetis untuk komponen kendaraan. Di sektor pertanian, pupuk dan pestisida menjadi krusial untuk meningkatkan hasil panen.

Dorongan Inovasi dan Tantangan Keberlanjutan

Seiring berkembangnya industri kimia, muncul pula tantangan dalam hal keberlanjutan. Industri ini menghadapi tekanan untuk mengelola limbah dan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan selama proses produksi. Sebagai respons, perusahaan-perusahaan kimia global kini semakin gencar berinvestasi pada teknologi ramah lingkungan, seperti bahan daur ulang, energi hijau, dan teknologi produksi bersih.

Tak hanya perusahaan, pemerintah dan regulasi internasional juga berperan besar dalam mendorong transisi ke ekonomi sirkular dan target emisi nol bersih (net-zero). Inisiatif ini memacu terciptanya proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Peningkatan Investasi dan Transformasi Teknologi

Investasi di sektor kimia terus meningkat, terutama di kawasan Asia Pasifik yang menjadi pasar terbesar, termasuk di negara-negara seperti Tiongkok, India, dan Indonesia. Pertumbuhan industri ini didorong oleh kebutuhan industri domestik dan pembangunan infrastruktur yang pesat. Selain itu, sektor kimia mulai mengadopsi teknologi digital seperti otomasi, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing, mengoptimalkan produksi, serta memantau keberlanjutan dengan lebih baik.

Indonesia Chemical Industry Investment Summit 2024

Pada 18 November 2024 mendatang, PT Shan Hai Map akan menggelar Indonesia Chemical Industry Investment Summit 2024. Acara ini akan mempertemukan para pengusaha serta perusahaan dari Indonesia dan Tiongkok, dengan tujuan memperkuat sinergi industri, investasi, dan pemerintah dalam mengembangkan sektor kimia yang berkelanjutan di Indonesia.

Mr Zhang Ping , CEO Shan Hai Map menyatakan komitmennya untuk menjadi penghubung strategis dalam memperkuat kerjasama global. “Dengan pengalaman kami selama tujuh tahun di Indonesia, kami berharap bisa mendorong sinergi global yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan inovasi baru di sektor kimia. Melalui kolaborasi erat ini, kami percaya industri kimia dapat menjadi katalisator penting dalam menciptakan solusi inovatif yang ramah lingkungan dan berkontribusi pada perkembangan ekonomi global di masa depan,” ungkap Lina.

Indonesia Chemical Industry Investment Summit 2024 diharapkan menjadi langkah besar dalam menjawab kebutuhan pasar, baik dari segi inovasi maupun keberlanjutan, sehingga industri kimia dapat terus berkembang secara positif dan berkelanjutan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Hansaplast

Kamis, 03 April 2025 - 16:38 WIB

Inovator Plester Luka, Hansaplast Pemimpin Pasar Perawatan Luka di Era Digital

Jakarta - Lebih dari satu abad sejak pertama kali diperkenalkan di Jerman pada tahun 1922 oleh Beiersdorf, Hansaplast telah menjelma menjadi nama yang sangat akrab di hati masyarakat global,…

BRI bersama Nelayan

Kamis, 03 April 2025 - 14:39 WIB

Konsisten Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional dengan meraih penghargaan bergengsi dalam The Asset Triple A Awards for Sustainable…

Bank DKI Terapkan Operasional Terbatas

Kamis, 03 April 2025 - 14:29 WIB

Layani Nasabah pada Libur Lebaran, Bank DKI Terapkan Operasional Terbatas

Jakarta – Sebagai bentuk layanan Bank DKI terhadap kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan, Bank DKI menerapkan operasional layanan terbatas pada momen cuti bersama dan libur…

Pembangunan Terowongan Jalan Sultan Alimuddin-Kakap yang digarap oleh PTPP di Kota Samarinda

Kamis, 03 April 2025 - 14:09 WIB

Inovasi dan Keunikan dalam Pembangunan Terowongan Karya Anak Bangsa di Samarinda yang digarap oleh PTPP

Proyek pembangunan Terowongan Jalan Sultan Alimuddin-Kakap yang digarap oleh PTPP di Kota Samarinda kini semakin mendekati penyelesaian dengan progres mencapai 91,702%.

Bank DKI memastikan kelancaran transaksi perbankan selama libur Lebaran 2025.

Kamis, 03 April 2025 - 06:26 WIB

Bank DKI Tetap Layani Nasabah Saat Libur Lebaran 2025

Bank DKI akan mengoperasikan layanan terbatas pada tanggal 31 Maret, 1-5 April, dan 7 April 2025 di beberapa kantor cabang tertentu.