Bicara Panjang Lebar Soal Kripto, Bos CoinEx: Mekanisme Burning Jadi Dasar Nilai Kripto CET Besutan CoinEx
Oleh : Kormen Barus | Kamis, 08 Agustus 2024 - 17:34 WIB
CoinEx
INDUSTRY.co.id, Jakarta-Mekanisme burning merupakan salah satu dasar nilai kripto CoinEx Token (CET) besutan crypto exchange CoinEx. CEO CoinEx Haipo Yang pun bicara panjang lebar mengenai kripto yang sudah tumbuh lebih dari 1000 persen itu.
CET adalah native crypto dari bursa kripto CoinEx yang awalnya diterbitkan pada 2018 di blockchain Ethereum. CET lalu dimigrasikan ke blockchain CoinEx Smart Chain (CSC) dan sekaligus menjadi native crypto untuk blockchain bersistem Proof-of-Stake (PoS) itu.
Haipo Yang menerangkan, CET sebagai kripto khusus di bursa kripto CoinEx, salah satunya bermanfaat agar pengguna bisa mendapatkan potongan biaya trading.
“Dengan cara ini pengguna mendapatkan manfaat agar aktivitas trading-nya menjadi lebih efisien, selain mendapatkan peluang pertambahan nilai lewat return CET di pasar,” jelas Haipo.
Dalam hal CET mendapatkan dasar nilai return-nya, diperoleh melalui mekanisme burning terhadap token CET.
Token atau crypto burning adalah proses di mana sejumlah unit kripto dimusnahkan atau dihapus secara digital dari peredaran secara permanen. Tujuannya adalah untuk mengurangi total pasokan token tersebut di pasar, yang secara teori dapat meningkatkan nilainya karena kelangkaannya bertambah.
Proses ini biasanya dilakukan dengan mengirim token ke address blockchain khusus yang sama tidak dapat diakses (karena tidak memiliki private key).
Token burning sering digunakan oleh penerbit aset digital sebagai strategi untuk menstabilkan atau meningkatkan harga token mereka dan menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan jangka panjang. CoinEx, misalnya, melakukan burning CET setiap bulan untuk mengontrol pasokan dan menjaga transparansi.
“Kami memiliki mekanisme burning tersendiri, yakni berdasarkan dari jumlah pendapatan yang kami peroleh dari biaya trading. Nilainya dialokasikan sebanyak 20 persen dari pendapatan itu dilakukan proses buy back token CET, sebelum dilakukan burning,” pungkas Haipo.
Konsep burning 20 persen dari pendapatan biaya trading CoinEx melibatkan beberapa langkah penting yang dirancang untuk mengendalikan pasokan dan meningkatkan nilai token CET.
Pertama, CoinEx mengumpulkan biaya trading dari transaksi yang dilakukan oleh pengguna di platform mereka. Biaya ini diambil sebagai bagian dari pendapatan perusahaan.
Lalu CoinEx menggunakan 20 persen dari pendapatan biaya trading yang telah dikumpulkan untuk membeli kembali token CET dari market. Dengan kata lain CoinEx menggunakan sebagian pendapatan mereka untuk membeli token yang beredar di pasaran.
Terakhir, token CET yang telah dibeli kembali itu kemudian dihancurkan atau dihapus dari peredaran secara permanen melalui mekanisme burning.
Dengan mengurangi total pasokan CET melalui pembelian kembali dan burning, CoinEx bertujuan untuk meningkatkan nilai token tersebut.
Pasokan yang lebih rendah dapat meningkatkan kelangkaan token, yang secara teori dapat menyebabkan peningkatan nilai token di pasar.
“Sejak 2021, lebih dari 70 persen dari total pasokan awal sebanyak 10 miliar token telah dibakar, menjadikannya salah satu tingkat pembakaran tertinggi dalam sejarah token platform. Saat ini, total pasokan CET adalah 2,804 miliar, dengan sekitar 99 persen beredar di market,” pungkas Haipo.
Komentar Berita