Kemenperin Dorong Kerja Sama Antara Industri Pengolahan Rumput Laut Dengan Industri Pengguna

Oleh : Hariyanto | Rabu, 26 Juni 2024 - 17:09 WIB

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika,
Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika,

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong semakin terbukanya peluang pengembangan usaha dan peningkatan daya saing industri pengolahan rumput laut di dalam negeri. Dengan didukung ketersediaan bahan baku yang melimpah dan peluang untuk pengembangan berbagai produk turunan yang bernilai tambah tinggi, industri pengolahan rumput laut memiliki prospek bisnis yang menjanjikan.

Indonesia merupakan negara penghasil budidaya rumput laut terbesar kedua di dunia, sehingga bisa menjadi tempat yang sesuai untuk pengembangan rumput laut, mulai dari proses budidaya sampai dengan proses hilirisasi. Namun demikian, belum terlihat pertumbuhan yang signifikan untuk ekspor produk-produk hilir rumput laut yang lebih memiliki nilai tambah.

“Karenanya, Kemenperin berkomitmen untuk meningkatkan hilirisasi komoditas rumput laut melalui berbagai kebijakan,” ujar Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika, ketika mewakili Menteri Perindustrian membuka Business Matching Industri Pengolahan Rumput Laut dengan Industri Pengguna di Jakarta, Selasa (25/6/2024).

Dalam 10 tahun terakhir, ekspor rumput laut kering dari Indonesia masih mendominasi, baik untuk konsumsi maupun bahan baku industri. Ekspor produk rumput laut kering mencapai 66,61%, sementara rumput laut olahan (karagenan dan agar-agar) masih sebesar 33,39%.  

Pada tahun 2023, Indonesia memproduksi 10,7 juta ton rumput laut basah. Selama ini pemanfaatan olahan rumput laut sebagian besar digunakan untuk produk makanan dan minuman, yaitu sebesar 77%. Sedangkan untuk farmasi, kosmetik, dan lainnya, baru mencapai 23%. Sehingga, Kemenperin terus mendorong agar industri ini bisa lebih adaptif terhadap perubahan dan perkembangan pasar.

The Global Seaweed: New and Emerging Market Report tahun 2023 telah mengidentifikasi pangsa pasar baru yang akan berkembang pada tahun 2030 untuk produk-produk hilir rumput laut dengan potensi pasar sebesar USD11,8 miliar, yang antara lain meliputi biostimulan, bioplastik, aditif pakan hewan, nutraseutikal, protein alternatif, farmasi, dan tekstil.

“Untuk itu, diperlukan pengembangan dan inovasi produk untuk mendorong hilirisasi rumput laut menjadi produk-produk potensial tersebut,” papar Putu.

Pengembangan hilirisasi berbasis sumber daya hayati, salah satunya rumput laut, akan semakin fokus dan berkembang seiring dengan masuknya komoditas rumput laut dalam tematik pengembangan hilirisasi industri berbasis SDA unggulan pada RPJMN 2025 - 2029.

Salah satu upaya Kemenperin untuk meningkatkan daya saing dan optimalisasi hilirisasi industri rumput laut dalam negeri adalah menjalin sinergi dengan berbagai K/L melalui afirmasi program dan kebijakan sesuai arahan Presiden dalam rangka percepatan hilirisasi industri rumput laut nasional. 

Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan hilirisasi komoditas rumput laut melalui diversifikasi produk olahan rumput laut, Kemenperin mendorong kerja sama antara industri pengolahan rumput laut dengan industri pengguna, mendorong program sertifikasi TKDN, dan program restrukturisasi mesin atau peralatan bagi industri pengolahan rumput laut.

Untuk mendorong kerja sama antara industri pengolahan rumput laut dengan industri pengguna, Kemenperin menyelenggarakan Business Matching Industri Pengolahan Rumput Laut dengan Industri Pengguna pada 25-26 Juni 2024 di Jakarta. Ini merupakan business matching kedua untuk industri pengolahan rumput laut yang digelar Kemenperin. Pada tahun 2022 lalu, kegiatan serupa telah diselenggarakan dan berhasil mencatatkan transaksi kerja sama sebesar Rp6,3 Miliar. Business Matching kali ini diikuti oleh 19 perusahaan industri pengolahan rumput laut yang menghasilkan produk berupa karagenan, agar-agar, bioplastik, biostimulan, dan pupuk. Dalam kegiatan tersebut juga dihadirkan industri pengguna rumput laut di sektor pangan dan nonpangan.

“Kami menyusun sesi sharing profil perusahaan industri pengolahan rumput laut sebagai media promosi dan pengenalan produk, dilanjutkan dengan pertemuan antara industri pengolahan rumput laut dengan industri pengguna,” jelas Putu.

Dalam rangkaian agenda Business Matching juga dilaksanakan seminar dengan tema “Future Market Outlook: Seaweed Application for Industry” dengan narasumber dari CBI Belanda, lembaga yang bergerak mendukung Industri Kecil dan Menengah di negara berkembang dan menghubungkannya dengan pasar Eropa dan regional.

Pada pembukaan Business Matching, Dirjen Industri Agro menyaksikan penandatanganan Point of Interest antara industri pengolahan rumput laut dengan industri penggunanya, yakni PT Algalindo Perdana dengan PT Karunia Alam Segar, PT Seaweedtama Biopac Indonesia dengan PT Kelleng Indo Kopi, serta PT Ijo Inovasi Indonesia dengan PT Asia Sejahtera Mina Tbk. Business Matching kali ini ditargetkan mencatatkan transaksi kerja sama sebesar Rp15 miliar setelah kegiatan ini.

“Kami mengharapkan terlaksananya Business Matching ini dapat membuka peluang pengembangan usaha peningkatan daya saing produk dalam negeri, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor,” pungkas Dirjen Industri Agro.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Forwatan bersama narasumber diskusi Sawit

Minggu, 07 Juli 2024 - 11:55 WIB

Pemerintahan Prabowo-Gibran Diharapkan Memperkuat Daya Saing dan Lindungi Sawit Sebagai Komoditas Strategis

Pemerintahan baru Prabowo-Gibran diharapkan mampu menciptakan produk sawit yang berdaya saing serta memperkuat posisinya sebagai komoditas strategis bagi pasar dalam dan luar negeri. Karena…

Pembukaan Planet Gadget di Jl Raya Condet.

Sabtu, 06 Juli 2024 - 23:46 WIB

Potensi Omset Miliaran Rupiah, Planet Gadget Tawarkan 3 Tipe Toko Franchise

Untuk menjadi mitra Planet Gadget syaratnya Warga Negara Indonesia, memiliki tempat usaha, serta dana investasi antara Rp1 miliar hingga Rp5,5 miliar, dengan target omset hinggaRp2,2 miliar…

WMI buka toko ke-20 nya.

Sabtu, 06 Juli 2024 - 23:29 WIB

Berkolaborasi Dengan Nada Puspita, WMI Hadirkan Toko Ke-20

Memiliki 20 toko yang tersebar di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Lampung dan Makassar dalam 2 tahun perjalanan bisnisnya, merupakan pencapaian tersendiri bagi WMI.

Tim dari Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX melakukan kajian pada lukisan dinding gua prasejarah di Bulu Sipong, Pangkep, Sulawesi Selatan.

Sabtu, 06 Juli 2024 - 22:39 WIB

Forum Arkeologi Internasional Apresiasi Langkah SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi di Bulu Sipong IV, Pangkep, Sulawesi Selatan

Jakarta– Langkah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam konservasi warisan arkeologi dan budaya di Bulu Sipong IV, Pangkep, Sulawesi Selatan, mendapat apresiasi dan sambutan positif…

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Direktur Utama BNI Royke Tumilaar beserta Jajaran Direksi serta Komisaris Utama BNI Pradjoto beserta Dewan Komisaris, menyapa para BNI Hi-Movers di BNI Loudfest Vol.3 2024 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta

Sabtu, 06 Juli 2024 - 22:08 WIB

BNI Gelar BNI Loudfest 2024 di GBK

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar acara musik spektakuler yang bertajuk BNI Loudfest Vol 3 2024 dalam rangka memeriahkan hari ulang tahunnya yang ke-78.