Semangat Ekspansi, PT Pertamina Marine Engineering (PME) Teken Kerjasama dengan Damen Group
Oleh : Hariyanto | Selasa, 26 Maret 2024 - 16:43 WIB

PME Teken Kerjasama dengan Damen Group
INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Pertamina Marine Engineering (PME), Anak Perusahaan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Damen Schelde Marine Services Pte Ltd (DSMS) yang merupakan bagian dari Damen Group di Kantor Pusat DSMS yang bertempat di Singapura, Kamis (14/3/2024) lalu. Kerjasama ini mencakup penyedia marine sparepart dengan kualitas Engine Maker Standard.
“Kerjasama yang dilakukan antara PME dan DSMS ini menjadi sebuah terobosan baru dan semangat ekspansi bagi PME untuk melebarkan sayap khususnya dalam penyedia marine sparepart dengan standar internasional. Hal ini merupakan kabar yang sangat baik tentunya,” ujar VP Legal & Relations PTK, Sonny Mirath.
MoU ini juga mengukuhkan potitioning PME menuju perusahaan marine engineering center dengan standar internasional yang menyediakan berbagai kegiatan engineer seperti dredging, salvage, under water services, waste management, fresh water provider, dan Engineering, Procurement and Construction (EPC). Juga dilengkapi dengan izin usaha dan peralatan yang mumpuni.
Selain itu, penandatangan MoU ini juga menjadi batu loncatan bagi PME untuk memulai kerjasama bertaraf Internasional sekaligus menjadi penyedia marine sparepart dengan kualitas Engine Maker Standard untuk menunjang kehandalan Armada Kapal Pertamina Group dan Perusahaan Pelayaran lainnya di tanah air.
Hingga saat ini, PME menjadi perusahaan marine engineering di Pertamina Grup yang telah mengantongi izin usaha berbagai pengerjaan marine services dan mengelola 2 galangan kapal yaitu Dockyard Sorong dan Dockyard Bagus Kuning, Palembang. Dimana dockyard tersebut memegang peranan penting dalam perbaikan kapal di wilayah barat dan timur Indonesia.
Damen Group sendiri merupakan produsen marine sparepart (khusus vessel engine) yang berpusat di Belanda dan memiliki 18 shipyard tersebar dari Eropa hinga Uni Emirat Arab.
PME dan DSMS tentunya akan menjalankan rencana selanjutnya dalam membangun skema keberlanjutan bisnis dalam prosed penyediaan marine sparepart di Pertamina Group & Perusahaan Pelayaran Domestik serta memasuki pasar Oil & Gas Company dalam cakupan Asia Tenggara.
“Kerjasama ini merupakan langkah strategis PME dalam memperkuat berbagai aspek, mulai dari brand potitioning hingga seluruh aktivitas bisnis sebagai jasa penunjang pada kegiatan usaha migas, khususnya menyediaan marine sparepart. Juga membuka peluang dalam melakukan ekspansi di wilayah Asia kedepannya,” pungkas Sonny Mirath.
Baca Juga
Mobil Gasoline 92 Siap Sambut Pemudik
Perwira Pertamina Tetap Siaga, Jaga Ketahanan Energi Nasional Saat…
PGN Berangkatkan 1.267 Pemudik Menuju Lebaran Aman dan Nyaman
Produksi Listrik PGE Area Lumut Balai Mencapai 482 Juta KWh Sepanjang…
Pengusaha Gelas Kaca Desak Pemerintah Terjun Langsung Pantau Implementasi…
Industri Hari Ini

Jumat, 04 April 2025 - 16:01 WIB
Tarif Impor AS Naik, Saadah Global Dorong UKM Halal Indonesia Ekspansi ke Pasar Alternatif
Kenaikan tarif impor oleh Pemerintah Amerika Serikat menjadi tantangan baru bagi produk ekspor Indonesia, termasuk produk halal. Mulai 9 April 2025, produk asal Indonesia yang masuk ke pasar…

Jumat, 04 April 2025 - 15:51 WIB
PT AEXI Dorong UKM Diversifikasi Pasar Ekspor Pasca Kenaikan Tarif AS
Kenaikan tarif impor oleh Pemerintah Amerika Serikat kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai dapat menurunkan…

Jumat, 04 April 2025 - 14:30 WIB
TikTok Terancam Diblokir di Amerika, Indonesia Justru Panen Manfaat untuk UMKM
TikTok tengah menghadapi tekanan besar di Amerika Serikat. Pemerintah AS memberi waktu hingga 5 April 2025 kepada ByteDance, perusahaan induk TikTok asal Tiongkok, untuk melepas kepemilikannya…

Jumat, 04 April 2025 - 13:00 WIB
Asaki: TKDN & Program 3 Juta Rumah Amankan Pasar Domestik Keramik Pasca Tarif Imbal Balik AS
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto berharap pemerintah Indonesia segera memulai negosiasi dengan AS untuk menghadirkan neraca perdagangan yang lebih berimbang.

Jumat, 04 April 2025 - 11:42 WIB
Kemenperin: PMI Manufaktur Maret 2025 masih di Level Ekspansif 52,4 Poin
Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Maret 2025 masih berada di level ekspansif sebesar 52,4 poin. Angka ini turun dibandingkan dengan PMI bulan sebelumnya sebesar…
Komentar Berita