Perusahaan AMDK Ini Diduga Beroperasi di Israel, Husin Shihab Pertanyakan Skema Pembayaran Royalti

Oleh : Hariyanto | Senin, 13 November 2023 - 10:14 WIB

Wilayah operasi produsen AMDK
Wilayah operasi produsen AMDK

INDUSTRY.co.id - Jakarta -- Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) saat ini tengah marak dilakukan masyarakat terhadap produk-produk yang berafiliasi dengan Israel. Gerakan dilakukan untuk memberikan tekanan ekonomi kepada Israel agar memberikan hak setara kepada Palestina.

Sejauh ini, ada beberapa produk yang diketahui berafiliasi dengan Israel. Salah satunya adalah perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) Le Minerale yang juga diduga kuat juga beroperasi di Israel. 

Hal itu terlihat dari website PT Mayora sebagai induk perusahaan produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Le Minerale. Menukil laman www.mayora.com/en/about-us/international-operations pada Jumat (10/11/2023) dituliskan bahwa perusahaan beroperasi secara internasional di 90 negara termasuk Israel.

Apalagi, jika dilihat dari porsi kepemilikan saham, PT Mayora sebagai induk perusahaan Le Minerale juga dimiliki oleh sejumlah entitas asing. Sebut saja Norges Bank Investment Management; The Vanguard Group.Inc asal Amerika Serikat; RBC Global Asset Management Ltd; FIL Investment Management Ltd hingga Baring Asset Management Ltd. Beberapa perusahaan tersebut merupakan korporasi asing yang diketahui terafiliasi dengan Israel.

Dugaan beroperasinya Le Minerale di Israel juga dikuatkan dengan penelusuran Ketua Cyber Indonesia, Husin Shahab yang dia paparkan dalam akun Twitter (sekarang X) @HusinShihab. Dia menyebutkan bahwa lisensi AMDK galon sekali pakai itu tidak dimiliki sepenuhnya oleh perusahaan lokal Indonesia.

Lisensi tersebut ternyata dimiliki sebuah perusahaan cangkang yang berkantor di British Virgin Island. Pulau tersebut dikenal sebagai surga pajak (tax haven) sehingga kerap menjadi lokasi untuk mendirikan perusahaan offshore.

"Ternyata selama ini kita dibohongi oleh perusahaan AMDK produsen air galon sekali pakai dengan merek asing yang ngaku-ngaku produk lokal. Bahkan di kalangan salah satu organisasi Islam, merk ini dipromosikan sebagai produk lokal," katanya.

Husin pun mempertanyakan terkait skema pembayaran royalti ke pemilik lisensi merek dan pembayaran royalti secara berulang ke perusahaan cangkang tersebut yang menjadi pemasukan bagi perusahaan dimaksud. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Para pemudik menikmati fasilitas Posko Mudik Telkom di Terminal Sri Tanjung Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Jumat, 04 April 2025 - 20:44 WIB

Telkom Melalui IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Ketapang, Banyuwangi

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), melalui layanan IndiBiz, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Posko Mudik BUMN 2025. Tahun ini, Telkom berkolaborasi dengan PT…

Ilustrasi, Jasa Pengiriman produk industri halal.

Jumat, 04 April 2025 - 16:01 WIB

Tarif Impor AS Naik, Saadah Global Dorong UKM Halal Indonesia Ekspansi ke Pasar Alternatif

Kenaikan tarif impor oleh Pemerintah Amerika Serikat menjadi tantangan baru bagi produk ekspor Indonesia, termasuk produk halal. Mulai 9 April 2025, produk asal Indonesia yang masuk ke pasar…

Ilustrasi, PT Andalan Ekspor Indonesia (AEXI)

Jumat, 04 April 2025 - 15:51 WIB

PT AEXI Dorong UKM Diversifikasi Pasar Ekspor Pasca Kenaikan Tarif AS

Kenaikan tarif impor oleh Pemerintah Amerika Serikat kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai dapat menurunkan…

Foto Ilustrasi, aplikasi Tik Tok

Jumat, 04 April 2025 - 14:30 WIB

TikTok Terancam Diblokir di Amerika, Indonesia Justru Panen Manfaat untuk UMKM

TikTok tengah menghadapi tekanan besar di Amerika Serikat. Pemerintah AS memberi waktu hingga 5 April 2025 kepada ByteDance, perusahaan induk TikTok asal Tiongkok, untuk melepas kepemilikannya…

Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Jumat, 04 April 2025 - 13:00 WIB

Asaki: TKDN & Program 3 Juta Rumah Amankan Pasar Domestik Keramik Pasca Tarif Imbal Balik AS

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto berharap pemerintah Indonesia segera memulai negosiasi dengan AS untuk menghadirkan neraca perdagangan yang lebih berimbang.