RUPST Astra Bagikan Deviden Rp 552 per Saham dan Merubah Jajaran Direksi dan Komisaris

Oleh : Nata Kesuma | Kamis, 20 April 2023 - 14:06 WIB

PT Astra International Tbk (Astra) gelar Rapat Umum Pemegang saham Tahunan 2022.
PT Astra International Tbk (Astra) gelar Rapat Umum Pemegang saham Tahunan 2022.

INDUSTRY.co.id - JAKARTA -- PT Astra International Tbk (Astra) gelar Rapat Umum Pemegang saham Tahunan 2022. Hasil RUPST adalah  membagikan dividen sebesar Rp 25,90 triliun atau Rp 640 per lembar saham dari total laba bersih 2022.

Jumlah tersebut merupakan dividen interim sebesar Rp 3,56 triliun atau Rp 88 setiap saham yang telah dibayarkan pada 31 Oktober 2022.

Sisa dividen sebesar Rp 22,35 triliun atau Rp 552 per saham akan dibayarkan pada 8 Mei 2023. Pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Astra untuk Tahun Buku 2022 di Gedung Menara Astra Jakarta, Rabu (19/4/2023).

Selain pembagian dividen, RUPST Astra juga sepakat mengangkat kembali jajaran direksi dan komisaris yang menjabat pada periode sebelumnya. Dengan demikian, susunan anggota direksi dan dewan komisaris perseroan berubah menjadi sebagai berikut:

Presiden Direktur : Djony Bunarto Tjondro

Direktur : Johannes Loman

Direktur : Suparno Djasmin

Direktur : Chiew Sin Cheok

Direktur : Gidion Hasan

Direktur : Henry Tanoto

Direktur : Santosa

Direktur : Gita Tiffani Boer

Direktur : FXL Kesuma

Direktur : Hamdani Dzulkarnaen Salim

Dewan Komisaris Perseroan:

Presiden Komisaris : Prijono Sugiarto

Komisaris Independen : Sri Indrastuti Hadiputranto

Komisaris Independen : Apinont Suchewaboripont

Komisaris Independen : Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro

Komisaris : Anthony John Liddell Nightingale

Komisaris : Benjamin William Keswick

Komisaris : John Raymond Witt

Komisaris : Stephen Patrick Gore

Komisaris : Benjamin Herrenden Birks

Manajemen PT Astra International Tbk (ASII) optimistis kinerja Perseroan akan positif sepanjang tahun ini. Hal tersebut tercermin dari realisasi di kuartal pertama yang cukup impresif.

"Kami berkeyakinan kinerja perusahaan akan tetap baik, saat ini Astra berada dalam posisi yang kuat untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang," kata Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII) Djony Bunarto Tjondro.

Djony menyampaikan, pada kuartal pertama tahun ini Astra berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 25 persen year on year (yoy). Berdasarkan laporan keuangan, laba periode berjalan Astra per Maret 2023 tercatat Rp 11,59 triliun, naik dari tahun lalu yang hanya Rp 9,27 triliun.

Djony mengakui, ketidakpastian masih akan tetap membayangi perekonomian dalam negeri, termasuk di dalamnya harga komoditas yang tahun ini sudah turun hingga 50 persen dari harga tertinggi di tahun lalu. Meski demikian, Djony melihat pertumbuhan masih akan terjadi dalam jangka pendek.

Djony meyakini, dengan posisi keuangan Astra yang kuat, Perseroan dapat melanjutkan evolusi portofolio jangka panjang. Astra akan tetap berinvestasi di sektor-sektor yang memberikan kontribusi dan mesin pertumbuhan di masa datang , tutupnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Migas Ilustrasi

Kamis, 09 Januari 2025 - 18:15 WIB

Dipaksa Bayar Gas Mahal, Industri Nasional ‘Sakaratul Maut’

Sejumlah industri pengguna gas bumi merasa geram dengan kebijakan PT Perusahaan Gas Negara atau PGN dengan memberlakukan harga gas regasifikasi yang terbilang sangat tinggi.

 Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto

Kamis, 09 Januari 2025 - 15:17 WIB

Perluasan Kebun Sawit Tak Perlu Lakukan Deforestasi

Jakarta – Rencana Presiden Prabowo Subianto menambah lahan untuk tanaman kelapa sawit dinilai sudah tepat. Penambahan lahan tersebut juga tidak akan melakukan deforestasi sebagaimana yang…

Media Gathering Yupi

Kamis, 09 Januari 2025 - 14:58 WIB

Yupi Pastikan Seluruh Produk Sudah Menerapkan Sistem Jaminan Halal dan Terdaftar di BPJPH

Proses produksi Yupi diawasi secara ketat, mulai dari bahan baku yang menggunakan bahan-bahan yang aman sepertin untuk dikonsumsi oleh berbagai kalangan hingga distribusi. Cocok untuk gaya hidup…

Ilustrasi industri petrokimia

Kamis, 09 Januari 2025 - 13:05 WIB

Gawat! Industri Makin Terpuruk Akibat Dipaksa Bayar Harga Gas Mahal

Kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar USD 6 per MMBTU untuk tujuh sektor industri telah berakhir pada 31 Desember 2024. Sejauh ini, belum ada kepastian atas kelanjutan program tersebut.…

J&T Express

Kamis, 09 Januari 2025 - 11:18 WIB

J&T Express Mencatat Volume Paket Tumbuh 32,5 Persen di Kuartal Akhir 2024

J&T Express mencapai total volume paket sebesar 7,39 miliar pada Q4, meningkat sebesar 32,5% year-over-year (YoY), dengan rata-rata volume harian sebesar 80,3 juta parsel.