Kian Prospektif, RPX Optimalkan Bisnis Logistik di Era Industri 4.0

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Sektor logistik memiliki tantangan dalam menghadapi revolusi industri keempat atau Industri 4.0 mengingat semua aktivitas rata-rata sudah digerakan melalui teknologi. Pengunaan otomatisasi, teknologi artificial intelligence (AI) dan internet of things (IoT) akan berpengaruh terhadap kinerja logistik dan supply chain nasional.
Lantas strategi seperti apa yang dilakukan perusahaan jasa logistik dalam menghadapi era distrupsi. Kali ini media INDUSTRY.co.id berkesempatan mewawancarai kepada perusahaan pengiriman logistik terpadu yaitu RPX One Stop Logistik, Kamis (25/1/2019).
Vice President Express Corporate Sales RPX, Eko Marhendro Nugroho mengatakan prospek bisnis pengiriman logistik 2019 akan semakin menjanjikan terlebih saat ini dunia memasuki revolusi industri 4.0 dimana industri logistik juga terkena dampak dari revolusi tersebut, dan ini juga tidak terlepaas dari pertumbuhan industri e-commerce yang dinamis.
RPX telah melihat fenomena ini dari beberapa tahun kebelakang ketika bisnis online mulai mengubah perilaku orang dalam beraktifitas untuk itu, RPX selalu memberikan inovasi – inovasi dalam menghadapi perubahan ini.
“Salah satu inovasi kami yang menyasar pasar e-commerce adalah “Paket Antar/Ambil Suka – suka” (PAS) sebagai layanan khusus untuk e-commerce baik secara door to door ataupun antar/ambil di outlet,” ujarnya
RPX juga memiliki 9 bisnis line lain untuk menunjang layanan yang diberikan diantaranya E-commmerce, Logistiks Warehouse, International Express, Freight Forwarding, Custom Clearance, Domestic Express, Warehouse Transit, Trucking, dan Enabler. Kesembilan bisnis line tersebut telah terintegrasi yang kami sebut “One Stop Logistiks” sehingga RPX dapat memberikan end to end solutions kepada cutomer. Disamping inovasi, tentunya pada revolusi industri ini penggunaan teknologi akan meningkat.
“RPX sendiri memanfaatkan teknologi seperti halnya saat ini kami sedang mengembangkan enabler yang nantinya dapat lebih memperpudah para pebisnis dalam hal pengiriman, pergudangan, hingga inventory,” paparnya.
Selain itu, pihaknya juga menggunakan teknologi dalam beberapa layanan kami yaitu transportation management system (TMS), warehouse management system (WMS) serta RPX tracker.
Apa yang menjadi fokus RPX group tahun 2019, Lalu apa strategi yang akan ditempuh?
Focus kami adalah e-commerce karena kenaikannya cukup tinggi. Hal ini dilakukan dengan memperluas kembali jaringan yang ada sehingga dapat lebih mudah lagi untuk dijangkau. Selama ini RPX telah melayani pasar domestik dan internasional melalui proses yang efesien dan fleksibel untuk domestik akan perluas lagi jangkauannya.
Bagaimana aksi korporasi yang akan direalisasikan dalam waktu dekat ini?
Tentunya pengembangan network dan dalam waktu dekat RPX juga akan menghadirkan layanan hight value yang dikembangkan dari layanan yang suda ada.
Bagaimana Anda memandang persaingan jasa pengiriman tahun 2019 ini, adakah tantangan yang dihadapi RPX Indonesia kedepan?
Tantangannya lebih kepada membangun pusat logistik yang besar di Jawa Barat ataupun Jawa Timur. Investasi semacam ini sangat penting bagi kami untuk menjawab kebutuhan pengiriman baik dari infrastruktur, sistem dan teknologi dengan tujuan memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.
Bagaimana dengan layanan pergudangan saat ini?
Meningkat seiring dengan perkembangan bisnis global, RPX saat ini tengah berinvestasi untukpusat logistik di Java Integrated Industrial and Port Esatate (JIIPE), Gresik, JawaTimur dan di Subang, Jawa Barat. Kedua kawasan tersebut nantinya dapat menjadi hub (penghubung) layanan RPX di barat dan timur.
Bagaimana RPX mempersepsikan dan memperlakukan pelanggan?
Bagi RPX pelanggan merupakan fokus utama kami untuk itu segala inovasi yang diberikan selalu mengacu pada kebutuhan pelanggan.Berbagai inovasi yang diberikan dapat memberikan jasa logistik yang efisien dan fleksibel.