KWI Buka Puasa Bersama Hj Shinta Nuriyah dan Anak-Anak Yatim

Oleh : Kormen Barus | Rabu, 26 Maret 2025 - 11:41 WIB
 KWI Buka Puasa Bersama Hj Shinta Nuriyah dan Anak-Anak Yatim

INDUSTRY.co.id, Jakarta -- Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menggelar acara Buka Puasa Bersama dengan Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dan anak-anak yatim, Selasa (25/3/2025).

Shinta Nuriyah memberikan tausiah tentang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. "Kita tinggal di Indonesia, maka kita harus bertindak selayaknya satu bangsa," kata Shinta.

Sebagai sesama saudara, kata Shinta, sewajarnya seluruh warga tak memandang suku, agama dan ras di Indonesia. Di sela ceramah kebangsaannya, Shinta juga memimpin para tamu untuk menyanyikan Satu Nusa Satu Bangsa.

Kedatangan Shinta Nuriyah yang hadir bersama Alissa Wahid disambut Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Kardinal Suharyo dan Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) KWI Mgr Christophorus Tri Harsono. Juga Sekretaris Eksekutif KWI Romo Paulus Christian Siswantoko, dan Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI Romo Aloysius Budi Purnomo.

Sementara tamu undangan yang hadir di Henry Soetio Hall, Gedung KWI, adalah Wali Kota Jakarta Pusat Arifin dan dua anggota DPR yakni Abraham Sridjaja dari Golkar dan Yulius Setiarto dari PDI Perjuangan.

Dalam pesannya sebelum buka puasa, Kardinal Suharyo mengajak semua yang hadir untuk mendengatkan nasiihat-nasihat Ibu Shinta Nuriyah yang telah berkeliling ke berbagai tempat selama bulan suci Ramadan ini. “Saya pribadi merasakan damai yang sungguh-sungguh sejuk karena merasakan aura bulan suci Ramadan ini,” tutur Kardinal Suharyo.

Membangun harapan bersama

Kardinal Suharyo mengungkapkan bahwa setiap tahun Departemen Hubungan Antaragama di Vatikan mengeluarkan surat sapaan setiap kali ada hari raya keagamaan. “Tahun ini adalah tahun yang kesekian dan judul sapaannya adalah 'Apa yang kita harapkan bersama'. Jawaban kita semua tahu di dalam hati kecil kita adalah persaudaraan. Harapannya adalah damai,” katanya.

Menurut Kardinal Suharyo, semua orang tahu antara harapan dan kenyataan itu seringkali berbeda, dan bisa saja jaraknya semakin jauh. “Kita semua mengharapkan damai. Tetapi perang semakin meluas. Kita semua mengharapkan kesejahteraan tetapi akhir-akhir ini ekonomi dunia susah. Kita membaca setiap hari di koran saudara-saudara kita banyak yang mengalami PHK, dan berbagai macam kesulitan lain,” ucapnya.

Dengan situasi semacam itu, lanjut Kardinal Suharyo, pimpinan Gereja Katolik mengajak khususnya dalam kesempatan ini kepada umat Islam untuk membangun harapan. Tujuannya agar  antara kenyataan dan cita-cita tidak semakin jauh tetapi semakin dekat.

“Untuk itu kita semua diajak untuk membangun mewujudkan tanda-tanda pengharapan. Dan salah satu tanda yang sangat penting untuk bangsa kita adalah persatuan, kebersamaan seperti yang kita alami dalam miniatur di ruangan ini. Dan yang mempersatukan kita adalah Bu Shinta dengan segala macam kebijaksanaan pengalamannya sebagai Ibu Bangsa. Terima kasih Ibu Shinta, terima kasih para sehabat sekalian, mari kita gunakan kesempatan ini untuk memeriksa hati kita supaya kita semua dengan peran kita yang berbeda-beda dapat menjadi penabur-penabur pengharapan,” tutupnya.   

Sebelumnya, jelang buka puasa atau ngabuburit, Trio Calista Alina Niceta atau CAN ikut menghibur para tamu dengan sejumlah lagu. Demikian juga di tengah makan bersama saat buka puasa, trio ini juga bernyanyi.

Sebelum ceramah, juga digelar pembacaan Al Quran dan Saritilawah dan tarian Sufi yang diiringi Hadroh.