Nikita Mirzani Niat Banget Syuting Film Horor Syrik

Oleh : Herry Barus | Senin, 06 November 2023 - 11:39 WIB

INDUSTRY.co.id - Yoggakarta-Artis fenomenal Nikita Mirzani kembali main film horor yang lokasinya sekitaran Jabodetabek. Tapi ketika mai. Film Syirik arahan sutradara Hestu Saputra, Nikita Mirzani harus syuting di pelosok desa Turunan Girisuko, Gunung Kidul, Yogyakarta.

"Baru kali ini aku syuting film seniat ini, di lokasi di pelosok desa yang jauh keramaian. Ini tantangan dan berkesan banget," cetus Nikita Mirzani dilokasi syuting film Syirik produksi Ganesa Film di desa Turunan Girisuko, Gunung Kidul Yogyakarta Minggu (5/11/2023)

Diakui wanita yang akrab dipanggil Nyai Nikita Mirzani ini selama ini, ia menjalani syuting dipinggiran kota yang  butuh perjuangan yang berat.

"Udaranya panas dan lembab, ini yang membuat saya cepat ngedrop, makanya kalau lagi nggak take aku pilih didalam mobil yang ada AC nya, biar tenaga nggak terkuras." Aku Niki terus terang.

Lantaran perannya sebagai sosok NiNGSIH, penari Ledek yang ambisius dan tidak mau tersaingi dan posisinya digantikan Sari. NINGSIH, penari utama yang menjadi primadona tari Ledhek di desa Wanasari saat ini. Dia adalah perempuan cantik yang ambisius ingin mendapatkan perhatian Ki Dalang. Dia tidak menyukai Santika yang ingin memperjuangkan Sari untuk menggantikan posisinya sebagai penari utama. Ketika Sari tak sengaja memergokinya bercinta dengan Lurahe, dia merasa makin terancam sehingga berusaha mengirim santet untuk menghabisi nyawa Sari, tetapi tidak berhasil.

"Peranku antagonis banget, pokoknya seru dan beda deh. Apalagi Mas Hestu Saputra sebagai sutradara, sabar dalam mengarahkan para pemain. Jadi suasana syuting enjoy," pungkas Nikita Mirzani pamit untuk take hari terakhir ia syuting film produksi Ganesa Film.

Nikita mengungkapkan, sosok NINGSIH, Bakatnya menari  tayub yang tak tertandingi di dukung dengan tubuhnya yang exotic dan  memiliki wajah cantik, membawa Ningsih menjadi salah satu  penari primadona tari Ledhek di desa Wanasari saat ini. Dia memiliki keinginan kuat untuk memberikan sumbangsih keuangan bagi desa Wanasari dengan menjadi penari ledhek keliling. Di sisi lain, Ningsih adalah seorang yang ambisius  dan bersedia melakukan apa pun untuk mendapatkan keinginannya. 

Salah satu ambisi Ningsih lainnya adalah terpilih oleh Ki Dalang sebagai orang berkuasa untuk memutuskan gadis  di desanya untuk menjadi penari utama pada upacara Rasulan ( Bersih dusun ). Karena itulah, dia tidak menyukai Santika yang dianggapnya saingan karena memperjuangkan anaknya, Sari, untuk menjadi penari utama., keinginan besar  Ningsih muncul karena mendapatkan hasutan dari Lurahe yang dengan sengaja mendekati dan memanfaatkan ningsih untuk tujuannya memperkaya diri dan mendapat kekuasaan bersaing dengan Ki Dalang. 

Ketika Sari tak sengaja memergokinya bercinta dengan Lurahe, Ningsih merasa posisinya makin terancam, setelah mendapat masukan dari Lurahe, Ningsih berusaha mengirim santet untuk menghabisi nyawa Sari, tetapi tidak berhasil. Nasib Ningsih berakhir setelah dia mengorbankan dirinya menyelamatkan Sari atas kesalahannya  untuk menjadikan dirinya  tumbal Danyang Desa pesisir laut Selatan. Ningsih tetap  menjadi penari utama di acara Rasulan itu  sesuai dengan keinginannya dan kemudian mati karena sudah tidak lagi menjaga perawan suci hasil korban keberhasilan manipulasi lurahe.